Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

April 20, 2012

Family's Zoo day Part 2

Apa yang bisa ditemukan di kebun binatang? Pasti: Hewan! Hahaha.. ngga penting ya pertanyaannya. Ini beberapa hewan yang berhasil difoto. Beberapa yang lain sulit karena kalau siang mereka banyak yang sembunyi untuk tidur.


Apa yang dilakukan Aidan's mom and dad kalau jalan-jalan? Memotret!


Daaan, apa yang ada di setiap tempat wisata? Pedagang dan oleh-oleh ^_^ (suka banget sama gantungan warna-warni yang di warung souvenir itu).
Oiya, di dalam GL sendiri, ada toko khusus yang menjual souvenir GL lho, ngga tau harganya gimana karena kami ngga masuk ke situ.


April 18, 2012

Family's Zoo day Part 1

F pengin liburan! Iya, soalnya tiap weekend rasanya nyaris seperti nggak libur. Adaaa aja acara yang bikin hari liburnya bagai angin yang cuma numpang lewat. Kali ini, dia pengin liburan bertiga. Lokasi pilihan kami adalah kebun binatang Gembira Loka. Sudah lama banget nggak ke tempat itu karena aku trauma sama keadaan terakhir kali dilihat. Kotor, hewan2 kelaparan dll. Hiii..
Tapi kabarnya GL sudah melakukan banyak perubahan baik. Jadi kami coba membuktikannya.
Wow, ternyata bagus juga lho. Aidan senang banget menikmati pemandangan alamnya, dia belum tertarik sama hewan2 besar di situ. Lebih tertarik sama burung Maleo yang mirip ayam kesayangannya di rumah :D


Semua perbekalan disiapkan.
Mommy brings: sandwiches, water, Aidan's meal, Aidan's clothes and diapers, umbrella, telon oil, mukena, gendongan ransel, gendongan samping.
Daddy brings: wallet and camera.
Hehehe, itu ya bedanya emak2 dan bapak2.

Di part 2 nanti aku mau share foto hewan2 dan keramaian pasar souvenir yang cukup menarik, tapi sekarang mau cerita tentang pemandangan dulu ya.
Ada yang menarik di jalan tanjakan ini:
Cetakan daun di jalan semen. Menurutku lucu :)

Beberapa hal yang bisa dilakukan selain jalan2, di GL bisa naik Gajah, naik kapal, perahu angsa dll. Oiya, sudah ada free wi-fi area juga.


Well, lumayan lah, buat sekedar refreshing. Tiket masuknya Rp15.000 aja. Bisa have fun all day, ngga perlu takut lapar karena di dalam banyak warung makan. Kalau hujan, ada payung yang bisa disewa juga.
Tempatnya bersih kok. Tapi soal ini, ntar aku ceritakan di part 2. Termasuk gimana kami asik sama kamera melulu :D

♥

April 5, 2010

Etsy Walking: Map

As a person who loves to travelling, i'm always apreciate and interested to maps. Not only because of the usefulness, but also the ideas that pop out of my mind when i see them.
Recently, i did an "Etsy walking" and find some cute handmade crafts using pieces of maps.

• This is map magnet. Stick it in your refridgerator or your whiteboard, sweet.


• This is Children in Paris - 4 Assorted Collage Cards. The children illustrations make the Paris city maps look very unique. From Stories Divination.


• Look! They make pins from maps, and they make it from Jakarta map!


• This one i really heart. Bird art with California map for it's body.
This is from mamapainter.


♥

Don't forget that you could find something great too here.

March 26, 2010

Another Hunting Place

Udah sering ke Jogja?
Berarti udah sering ke Malioboro dong?
Udah pernah ke Pasar Beringharjo? Pasti belanja batik atau aksesoris?
Nah, kalau ke tempat ini, sudah pernah atau belum?


Ini adalah gang kecil tepat di samping utara Pasar Beringharjo Yogyakarta yang berada pada ujung jalan Malioboro yang kesohor itu. Bisa dicapai dengan masuk langsung dari tepi jalan malioboro tepat sebelum pintu masuk barat pasar, atau bisa juga dari tengah pasar, in case mau jalan-jalan dulu belanja batik.
Di gang ini, ada banyak toko yang menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari sampai barang yang sulit diperoleh di tempat lain.
Aku suka berkunjung ke sini, beli bahan-bahan untuk bikin aksesoris atau beberapa kebutuhan jahit-menjahit.
Tapi ada yang lebih menarik lagi.
Di sepanjang gang sempit yang sesak ini, banyak pedagang kecil yang membuka "kios" seadanya, dengan meja dan atap terpal, atau bermodal etalase kecil saja.
Ada beberapaorang kios/lapak yang bersedia membeli perhiasan emas kita, maupun menjual miliknya, ada juga yang berjualan barang-barang bekas tapi bermerk (asli.) Sumglasses bermerk dengan harga miring bisa kita dapatkan lho kalau jeli memilih.
Yang cukup mencolok adalah banyaknya barang-barang kuno yang dijual di kios-kios tersebut. Barang-barang kecil tapi punya cerita. Meskipun, banyak juga barang-barang produksi sekarang tapi diberi penampilan "seakan-akan kuno."
Well, aku bukan ahli barang kuno, jadi nggak tau betul tingkat keasliannya ataupun nilainya. Tapi kalau melihat penampilannya, beberapa barang sih aku yakini benar-benar kuno sekali. Lebih kuno daripada vintage, hehehehe :D


Patung-patung kecil, tiruan senjata-senjata tajam berukuran kecil, lonceng-lonceng dan batu-batuan, bahkan uang kuno pun bisa ditemukan di sini.
Seringkali para calon pengantin yang mencari pecahan uang terkecil pun bisa mendapatkannya di gang ini.

Aku suka ide ini: memasang stempel yang biasa digunakan untuk batik cap sebagai pajangan setelah dikasih pigura. Love it love it love it!

Dan bagi pemburu koleksi album-album lawas para penyanyi atau musisi idolanya, tempat ini menawarkan harta karun.


Silakan pilih dengan jeli.


Tapi yang aku nggak ngerti..


Who on earth would buy these shoes?

♥

Selamat berjalan-jalan!

Photos by: Firman Hamidi

March 16, 2010

Lurik is the stripes of my country

 Follow my blog with bloglovin
Indonesia punya banyak sekali kain tradisional, maksudku tekhnik tenun dan coraknya. Salah satu yang terkenal dan sedang naik daun di kalangan para desainer negeri ini adalah lurik. Yap, lurik, selain batik dan songket. Para desainer rame-rame bikin rancangan baju yang menggunakan lurik sebagai aplikasi maupun bahan utama.
Setelah dapat info mengenai tempat pembuatan dan penjual lurik yang cukup banyak variasi corak dan warnanya, beberapa hari yang lalu aku dapat kesempatan menuju tkp. Nama tempatnya Kurnia Lurik, tempatnya di Jalan Parangtritis.
Menarik sekali, ternyata tekhnik tenun lurik modern nggak hanya bikin kain bermotif stripes, tapi juga kotak-kotak (yah.. bukan lurik lagi dong namanya...??).


Keren ya? Motifnya sih mirip2 katun yang dijual di kios kain Pasar Bringharjo, tapi yang ini dikerjakan dengan ATBM tenun lurik, jadi lebih tebal dan lebih kuat.


Warnanya juga nggak lagi didominasi coklat, hijau, kuning dan hitam. Tapi sudah ada yang merah, biru, ungu, dan warna-warna yang lebih cerah.

 Sempet lihat stok benang-benang yang belum dipintal dengan rapi. Wah, sangat banyak warnanya. Sepertinya proses pewarnaannya juga sudah menggunakan pewarna kimia, tidak hanya yang alami, supaya warnanya lebih kuat.
Ada 6 orang perempuan yang bertugas memintal benang.


Tampaknya kadang-kadang ribet juga :D


 Benang-benangnya dipintal supaya rapi.
Kemudian, dipisah-pisahkan untuk dipakai di alat tenunnya. Wah, proses ini lumayan rumit, aku nggak begitu paham urutannya. Dikerjakan oleh dua orang laki-laki yang tampaknya sudah hapal komposisi warna yang dibutuhkan untuk motif-motif tertentu.



Setelah itu benang siap untuk ditenun.


Ada sekitar 30 orang penenun di situ. Yang muda, yang sangat tua, semua bekerja dengan kecepatannya masing-masing.
 Maka jadilah lurik-lurik cantik. The stripes of my country ♥
Bisa dijadikan baju, tas, dompet, aksesoris, dll. Pokoknya di tangan yang kreatif, lurik bisa jadi apapun.


 Hmm.. sempet sih membayangkan apa jadinya kalau semua ini bisa dikerjakan dengan mesin. Akan banyak yang kehilangan mata pencaharian.
Tapi semoga enggak terjadi yaaa :)

♥

Well, Bloggermates, selamat berwisata dan belanja produk Indonesia!!
☺
•  Photos by Firman-HMD •

November 17, 2009

Lava Tour

Pernah nggak, kebayang seperti apa rasanya terjebak di awan panas? Huhh.. nggak mau membayangkan ah.

Kmaren2 Jogja panaaassss bgt. Thanx God sekarang udah sejuk lagi masuk ke musim hujan. Makanya, aku kepengin banget main2 ke daerah jogja yang utara banget: lereng Merapi.Uh, dingiiinnn..

So, on Sunday i went there with Panda. Main ke tempat yang jadi aliran awan panas merapi 2006 lalu, dan melihat sedikit dampak dan endapannya. Sayangnya aku ngga ngambil foto bunker.

There, behind me, itu adalah sungai yg jadi jalur aliran awan panas. Aku juga baru tau, ternyata endapan awan panas itu ngga cuma debu dan pasir, tapi ada batu2 juga. Di sungai itu, jadi tempat penambang pasir dan batu bekerja:

Agak serem juga berdiri di pinggir..


Aku nggak tau pasti, ini endapan, bom gunung berapi (batuan yg terlontar waktu letusan), atau emang batu yg udah di sini dari sononya? Tapi enak dipeluk :)

October 17, 2009

Lawung Ageng

Hari Sabtu lalu, aku datang ke 0 km (Monumen 1 Maret) karena ada invitation dari Mas Hendro Plered di FB. Ternyata di situ diselenggarakan acara budaya, orasi dan tarian yg intinya sih meminta adanya Pisowanan Ageng. Pisowanan Ageng sendiri merupakan ajang pertemuan Sultan Jogja dengan masyarakat, supaya masyarakat bisa menumpahkan uneg2 dan meminta konfirmasi mengenai berbagai hal, keresahan maupun pertanyaan.
Nah, dalam hal ini yang sedang menimbulkan keresahan rakyat Jogja adalah soal RUU Keistimewaan yg sedang digodog pemerintah pusat. Bagaimana nantinya Jogja akan menentukan Gubernurnya? Dengan penetapan seperti yg sudah berjalan selama ini, ataukah dengan pilkada? Hmm..
I wonder, kenapa perlu merubah sesuatu yang sudah berjalan begitu lama dan ngga menimbulkan persoalan apapun? Apakah demokrasi = pemilihan umum? Gimana kalau penetapan adalah sesuatu yg diinginkan seluruh rakyat? Bukankah itu juga demokrasi?
Yang menarik, di kesempatan itu juga ditampilkan sebuah tarian yang merupakan karya Sultan HB I. Nama tariannya Lawung Ageng. Seharusnya dibawakan oleh lebih banyak penari, tapi karena kondisi yang mendesak, menggambarkan keprihatinan, dan dengan dana terbatas, maka dibawakan dengan penari yg kurang daripada yg seharusnya.
Anyway, tarian ini menggambarkan dua kubu yang berselisih karena beda pendapat dan ada provokatornya juga, kemudian ada pihak yg punya ide buat melakukan perundingan aja daripada perang melulu.
Ini foto2nya:

Menunggu acara puncak dimulai:



Demonstrasi dengan berbagai macam tuntutan mengenai keistimewaan Yogyakarta:

Turis2 asing tertarik juga nih:

Di sini para pemain gamelan mengiringi penari2:

Para penari juga digangguin sama badut2 nakal dan provokator yang bikin mereka bertarung:

Huhh.. nunggunya lama, panasss... istirahat dulu aahhh..

Dan inilah dua kubu yang bertarung itu:







Dan akhirnya, ada yang punya inisiatif untuk berunding mencapai perdamaian:


September 27, 2009

Cerita mudik Part 1: Air

Ied mubarak everyone! :)
Selamat Lebaran, selamat merayakan hari kemenangan!
Baju baru, sepatu baru.. tampilan blog juga harus baru dooong.. hehehe :D
Selain yang baru-baru, lebaran nggak bisa dilepaskan dari cerita mudik dan libur. Aku sendiri mudik ke dua tempat tahun ini: Tegal dulu, lanjut ke Surabaya. Alhamdulillah, bos berbaik hati ngaih libur agak panjang, sampai 6 hari ^^ never before if you are a radio DJ, eh? Hehe..
Eniweii, di Tegal kami nginep di hotel karena nggak mungkin bisa istirahat kalo nginep di tempat keluarga. Penuh! Anggota keluarga selalu bertambah-tambah. Hehehe.. Adekku sudah 18 orang :D
Hotelnya menyenangkan sekali. Semua pegawainya ramah, dari satpam, cleaning service sampai managernya. Semua menyapa dan tersenyum dengan ngga dibuat-buat. Sayangnya di kamar mandi nggak tersedia dental kit, cuma handuk, sabun dan shampo. Mungkin karena kelas kamarnya standart.
Nahhh.. ada kolam renangnya. Ngga mungkin dilewatkan sama adek2ku. Aku dan my sister, Deli, ngga ikut karena terlalu rame. Both my brother and two of our cousins finally yg pake jatah berenangnya. Seru juga ngeliatin mereka, ada yg belajar ngambang, ada yg belajar terjun, ada yang belajar berenang mundur..